Penyebab Mioma Uteri

Penyebab Mioma UteriPenyakit mioma uteri adalah penyakit tumor jinak pada otot polos dan biasanya banyak ditemukan 1 dari 4 wanita yang subur dan memiliki penyakit tumor tadi. Frekuensi yang paling tinggi biasanya menyerang usia 20-24 tahun. dan tidak pernah ditemukan kasus mioma uteri untuk wanita masa post menopause. Penyakit mioma uteri yang dikenal juga dengan fibroid atau lebih dikenal dengan istilah miom, merupakan penyakit tumor jinak yang asalnya dari rahim, bentuknya biasanya adalah bulat atau juga lonjong. Penyakit miom banyak jenisnya tergantung dari lokasi didalam rahim. Ada yang terjadi di lapisan luar rahim, terjadi di bawah lapisan rahim, dan ada juga yang terdapat pada lapisan otot rahim. Penyakit mio merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan pada wanita tetapi sama seperti penyakit kista indung telur atau kista ovarium, keberadaannya kadang masih tidak disadari oleh si penderita.

Penyebab Mioma Uteri

Penyebab Mioma Uteri

Penyakit Mioma Uteri

Sebagian penyakit mioma uteri banyak ditemukan secara kebetulan misalnya saat sedang melakukan pemeriksaan panggul rutin. Dan gejala mioma uteri yang muncul biasanya tergantung dari lokasi atau juga ukuran besarnya tumor, tetapi biasanya yang paling banyak ditemukan gejalanya adalah :

  1. Pendarahan yang sangat banyak dan lama selama siklus haid atau juga diluar dari siklus haid.
  2. Rasa nyeri yang muncul akibat dari tekanan tumor serta tangkai tumor yang berputar atau terpuntir, dan adanya infeksi didalam rahim.
  3. Penekanan yang terjadi dibagian organ sekitar tumor, misalnya adalah pada kandung kemih, ureter, rektum dan juga pada bagian organ rongga panggul yang lain, yang dapat menimbulkan terjadinya susah buang air besar serta buang air kecil, pembuluh darah vena yang mengalami pelebaran didalam panggul, serta gangguan sakit ginjal akibat adanya pembengkakan tangkai tumor.
  4. Gangguan sulit mendapatkan kehamilan akibat dari adanya penekanan yang terjadi di saluran indung telur.
  5. Dan dibagian bawah perut dekat rahim akan terasa kenyal.

Penyakit mioma uteri akan mengganggu kehamilan, dampak negatifnya pada kehamilan adalah letak bayi yang salah serta plasenta, dan jalan lahir yang terhalang, kelemahan disaat terjadinya kontraski rahim, pendarahan yang sangat banyak setelah melahirkan dan juga gangguan pada saat pelepasan plasenta, dan bisa menimbulkan keguguran. Kehamilan juga memberikan dampak parah pada kasus mioma uteri. Misalnya disaat sedang hamil, mioma uteri biasanya cenderung mengalamipembesaran, dan juga sering muncul tumor yang dapat menimbulkan pendarahan didalam tumor sehingga akan menimbulkan rasa nyeri. Dan selain itu juga selama masa kehamilan, tangkai tumor akan terpuntir.

Penyebab Mioma uteri pada wanita banyak sekali faktor pemicunya. Tetapi, secara umum, penyebab mioma uteri adalah akibat beberapa hal dibawah ini :

  1. Penyebab mioma uteri akibat faktor bakat adanya suatu rangsangan hormon yang asalnya dari kondisi emosi yang tidak terkendali, selain itu juga berat badan berlebih dan juga karena makanan yang tidak  bernutrisi.
  2. Faktor genetik atau keturunan, adanya riwayat kesehatan keluarga yag menderita penyakit mioma uteri.
  3. Penyebab mioma uteri akibat infeksi dan jamur
  4. Penyebab mioma uteri akibat faktor hormon
  5. Penyebab mioma uteri akibat pola hidup yang tidak sehat dan mengalami stress.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit mioma uteri ini adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami sehingga efek samping yang dirasakan bisa lebih kecil dan minim.

  1. Cara pertama dalam pengobatan mioma uteri secara alami adalah ambillah 15 gram bunga jenggera ayam, 30 gram jombang kering dan 30gr arbenan kering. Setelah itu bersihkanlah semua bahan tadi dan kemudian direbus menggunakan air bersih 100-cc. Biarkanlah sampai air yang tersisa hanya 400 cc saja. Setelah itu saring dan kemudian minumlah sebanyak 2 kali sehari.
  2. Cara kedua adalah ambillah 30 gr biji jali, 30 gr daun dewa, dan 200 gr akar buunga teratai kemudian dipotong-potong, 50 gr temu putih masih segar, 15gr umbi teki kering. Setelah itu, bersihkanlah semua bahan-bahan tadi, kemudian direbus ke dalam air 1000cc, dan sisakan hingga 400 cc. Kemudian saringlah ramuannya dan minumlah 2 kali sehari.

Selain dengan mengonsumsi ramuan diatas, ada beberapa hal yang harus diingat supaya proses penyembuhan bisa berlangsung lebih cepat. Untuk membantu mengatasi penyakit mioma uteri, maka sebaiknya lakukanlah pencegahan dari sekarang dengan menerapkan pola hidup sehat. Poa makan serta pola hidup yang baik, selain itu lakukanlah medical check up medis paling tidak 1 tahun sekali utntuk ibu-ibu dan juga wanita yang sudah melakukan hubuungan seksual. Dan dengan melakukan pemeriksaan secara teratur, maka gejala awalnya masih dapat terdeteksi. Disaat sedang melakukan pap semar, maka sebaiknya Anda bisa melakukan USG sekalian supaya bisa  melihat kondisi rahim Anda serta indung telur. Jika tidak ada fasilitas USG, maka dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam. Dan kemudian rahim akan dilihat, besarnya normal atau tidak, bentuk dan ukurannya konsisten atau tidak, indung telur kanan dan kiri kondisinya seperti apa, dan lain sebagainya, selain itu jika teraba ada massa, maka sebaiknya harus lebih berhati-hati.

Penyebab Mioma Uteri

Posted in Mioma Uteri | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mioma Uteri pada Kehamilan

Mioma Uteri pada Kehamilan Kasus penyakit mioma uteri yang terjadi di Indonesia mencapai 2,39-11,7% untuk semua pasien yang dirawat dirumah sakit. Untuk jenis penyakit mioma 3-9 kali lebih besar terjadi pada wanita kulit hitam, dibandingkan dengan mereka yang kulit putih. Dan menurut data statistik menunjukan sekitar 60% mioma uteri yang terjadi pada wanita yang belum pernah hamil atau juga pada masa kehamilan mencapai 1 kali lipat. Penyakit mioma uteri merupakan enyakit tumor jinak yang terletak pada dinding rahim. Istilah lain dari penyakit ini adalah myom, tumor otot rahim atau juga tumor fibroid, karena memang asalnya dari sel jaringan fibro.

Mioma Uteri pada Kehamilan

Mioma Uteri pada Kehamilan

Penyakit Mioma Uteri

Jumlah dari penderita penyakit mioma uteri hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas, karena memang banyak yang tidak merasakan gejala atau keluhan sehingga tidak segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Namun diperkirakan terjadi sekitar 20-30% dari wanita yang usianya berada diatas 35 tahun. Di awal mula penyakit mioma uteri yang berasal dari otot polos rahim. Sebuah teori yang menyimpulkan jika pertumbuhan penyakit tumor disebabkan oleh munculnya rangsangan dari hormon estrogen. Dan di jaringan mioma, jumlah dari reseptor estrogen yang jauh lebih tinggi daripada jaringan otot kandungan yang ada disekitarnya. Penyakit mioma uteri sendiri biasanya sering mucnul lebih cepat daripada kehamilan dan biasanya akan berkurang seiring dengan sesudah masa menopause wanita.

Mioma uteri pada kehamilan merupakan salah satu kasus yang sudah banyak ditemukan, karena biasanya mioma akan terdeteksi jika sudah dalamkondisi hamil. Dan mioma uteri pada kehamilan yang memiliki penyakit miom yang akan berpengaruh karena tingginya hormon estrogen kehamilan sehingga akan membuat penyakit mioma uteri pada kehamilan semakin berkembang lebih cepat lagi, dan selain itu vaskularisasi ke uterus yang juga akan semakin bertambah.

Bahaya dari mioma uteri pada kehamilan adalah :

  1. Gangguan yang terjadi pada tumbuh kembang janin didalam rahim dan bisa beresiko menimbulkan keguguran atau abortus, persalinan dari prematuritas IUGR, dan juga kelainan dari letak janin yang ada didalam rahim.
  2. Inpartu bisa menimbulkan terjadinya gangguan kontraksi, atau juga terjadi suatu gangguan pada perjalanan proses persalinan normal sehingga akan membutuhkan tindakan operasi.
  3. Postpartum yang bisa terjasi seperti atonia uteri serta pendarahan. Red degenerasi karena adanya suatu gangguan dari aliran darah vena yang bisa menimbulkan kondisi akut aabdomen dan juga membutuhkan tindakan operasi.

Gejala yang kemungkinan muncul mioma uteri pada kehamilan adalah :

  1. Pendarahan
  2. Sakit kepala
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Sakit hebat pada daerah abdoomeinalvikum
  5. Muntah yang berlebihan di masa kehamilan’disuria
  6. Menggigil dan juga demam
  7. Ketuban pecah dini
  8. Uterus yang semakin lebih besar serta lebih kecil dari usia kehamilan yang sebenarnya.

Mioma uteri pada kehamilan akan menimbulkan dampak yang akan memperparah mioma uteri. Mioma uteri pada kehamilan biasanya cenderung mengalami pembesaran dan akan memunculkan terjadinya perubahan dari tumor yang pada akhirnya akan berdampak pendarahan didalam tumor. Sehingga hal ini akan menimbulkan rasa sakit. Dan selain itu juga di masa kehamilan, tangkai tumor yang akan terus berputar.

Jika ukuran tumor kecil dan juga tidak besar, maka penanganan yang dilakukan adalah cukup dengan melakukan pemeriksaan secara teratur paling tidak 3-6 bulan sekali. Dan pengecilan dari tumor sementara dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan sejenis GnRH analoh. Mioma uteri pada kehamilan biasanya mempunyai lapisan kapsul yang tegas, yang bisa dipisahkan atau juga bisa dikupas pada massa tumornya. Dan jika memang muncul suatu komplikasi, maka akan menimbulkan suatu pendarahan, dan hal ini harus diberikan transfusi darah serta obat untuk membantu menghilangkan rasa nyeri. Selain itu juga tindakan operasi yang dilakukan jika penyakit tumor mengalami pembesaran, dan jika muncul suatu gejala penekanan serta nyeri dan pendarahan yang berkepanjangan.

Operasi pembedahan yang dilakukan dengan tindakan histerektomi atau pengangkatan kandungan. Jika memang Anda tidak ada rencana untuk hamil lagi, atau miomektomi atau mengangkat miom saja di usia reproduksi atau masih rencana kehamilan. Dan jika massa tumor besar atau juga bentuknya luas, maka kadang tidak memungkinkan dilakukan suatu pengangkatan massa tumor, sehingga tetap harus dilakukan histerektomi.

Sedangkan untuk pengobatan miom uteri secara uum biasanya tergantung dari fungsi kesuburan apakah masih dibutuhkan atau juga tidak. Dan ukuran dari mioma uteri, serta keluhan atau gejala yang muncul dan lokasi dimana letak mioma uteri. Pengobatan mioma uteri yang secara umum terdapat berbagai macam, yang pertama adalah dengan melakukan ekspektatif atau mengunggu, operasi, medikamentosa atau pemberian obat.

Sebaiknya untuk penderita penyakit mioma uteri tidak mengonsumsi daging merah, karena daging merah akan berpotensi besar dari terjadinya penyakit mioma uteri. Oleh sebab itulah sebaiknya konsumsi banyak sayuran dan juga buah-buahan. Dan Anda juga tidak harus menjadi seorang vegetarian, tetapi meningkatkan asupan dari buah-buahan serta sayuran yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.

Itulah informasi mengenai penyakit mioma uteri pada kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Mioma Uteri pada Kehamilan

Posted in Mioma Uteri | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penanganan Mioma Uteri

Sama seperti kista, myom yang tidak menyebabkan gangguan dapat dibiarkan saja tanpa terapi. Dengan catatan, miom yang pertumbuhannya cepat sebaiknya diawasi karena ada kemungkinan menjadi ganas. Selain itu, jika dibiarkan miom kadang dapat menjadi besar dan mengganggu sehingga perlu dibuang. Jika sudah terlalu besar, operasi menjadi lebih sulit dan beresiko.

Miom dapat diketahui keberadaannya melalui pemeriksaan ultrasonografi. Meskipun pemeriksaan lain seperti CT-Scan atau MRI dapat juga digunakan, namun USG tetap pemeriksaan yang paling mudah, murah dan cukup akurat. Untuk mendeteksi miom yang menonjol ke dalam rongga rahim terkadang diperlukan bantuan hiterosalpingogram (HSG). Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan cairan khusus ke dalam rahim melalui mulut rahim sambil dilakukan USG atau rontgent.

Untuk mengatasi miom, dapat dilakukan melalui dua cara yaitu pembedahan dan pemberian obat. Tentunya hal ini dapat dikonsultasikan kepada dokter. Umumnya terapi pembedahan hanya dilakukan jika memang diperlukan. Pembedahan dapat dilakukan dengan hanya membuang bagian rahim yang mengandung myom, dan dapat juga membuang rahim secara keseluruhan (histerektomi). HIsterektomi hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan dan jika pasien tidak berencana memiliki anak lagi. Cara lain adalah dengan embolisasi yaitu dengan membuat sumbatan pada pembuluh darah yang memberi makan jaringan myom.

Terapi dengan obat-obatan biasanya melibatkan obat yang mengandung hormon, yang bertujuan menghambat produksi hormon estrogen dari ovarium. Obat diberikan selama tiga sampai enam bulan dan dapat mengecilkan myom sampai 50%. Namun perlu diingat bahwa obat hormonal dapat menimbulkan gejala-gejala menyereupai gejala primenopause  seperti rasa panas, gangguan tidur, vagina kering, perubahan mood dan yang paling penting adalah osteoporosis.

Posted in Mioma Uteri | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mioma Uteri

Myoma uteri atau fibroid, atau yang dikenal dengan sebutan miom, adalah tumor jinak yang berasal dari rahim, yang biasanya berbentuk bulat atau lonjong. Miom ada bermacam-macam tergantung pada lokasinya di dalam rahim. Ada yang berada dilapisan luar rahim (myom subresosa), dibawah lapisan dalam rahim (myom submukosa) dan ada yang terdapat dilapisan otot rahim (myom intramural). Miom merupakan masalah yang jutga sering ditemukan pada wanita namun sama seperti kista ovarium, kehadirannya sering tidak disadari.

Meski beberapa faktor yang dapat mendorong terbentuknya myom, namun penyebab miom pastinya belumlah diketahui. Beberapa faktor yang yang mendukung terbentuknya myom antara lain riwayat keluarga dengan myom, ras (Afrika) haid pertama kali sebelum mencapai usia 10 tahun, konsumsi alkohol, infeksi rahim dan hipertensi. Kehamilan dan pil KB menurunkan kecenderungan berkembangnya myom. Meski demikian hormon estrogen nampaknya dapat merangsang pertumbuhan miom. Pada awal kehamilan, sekitar 30% miom akan membesar dabn mengecil kembali setelah melahirkan. Biasanya miom akan mengecil sesudah menopause.

Kebanyakan penderita myom tidak merasakan gejala. Namun, jika ada, maka gejala yang paling sering  timbul adalah pendarahan yang tidak normal dari rahim. Misalnya haid yang sangat banyak, nyeri saat haid, haid yang lama, atau bercak darah meski tidak sedang haid. Pendarahan yang banyak dapat menyebabkan kurang darah atau anemia. Gejala lain yang dapat timbul adalah nyeri pada perut bagian bawah, sering kencing, kesulitan dalam berkemih atau buang air besar dan nyeri pinggang atau kaki.

Meskipun myom tidak menganggu proses ovulasi, namun beberapa penelitian menunjukan bahwa myom dapat mengganggu keseburan dan dapat menyebabkan keguguran.

 

Posted in Mioma Uteri | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diagnosa Mioma Uteri

Mioma uteri atau leiomioma adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim dan jaringan ikat yang menumpangnya. Tumor ini disebabkan oleh produksi hormon estrogen yang berkepanjangan. Mioma paling banyak ditemukan pada umur 35-45 tahun (kurang lebih 25%). Mioma uteri sering didapat pada wanita yang belum menikah dan yang kurang subur. Faktor keturunan juga berperan. Penderita mioma sering mengalami menopause yang terlambat.

Apabila mioma dibelah, tampak bahwa mioma terdiri atas berkas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti konde/pusaran air (whorl pattern). Sarang mioma sering ditemukan sebanyak 5-20 buah dalam satu rahim. Tumor ini dapat juga bertangkai dan dapat menonjol ke dalam rongga rahim bahkan melalui serviks ke dalam vagina. Pertumbuhan mioma dapat mencapai berat 5kg. Diperkirakan memerlukan waktu 3 tahun agar mioma dapat mencapai ukuran sebesar tinju, akan tetapi beberapa kasus ternyata tumbuh dengan cepat. Tumor ini dapat mengalami perubahan karena perubahan dalam aliran darah yang menuju tumor akibat pertumbuhan, kehamilan atau pengecilan rahim pada menopause. Torsi atau terputarnya mioma bertangkai dapat juga terjadi.

Hampir separuh kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan ginekologik karena tumor ini tidak mengganggu, sering hanya keluhan akan rasa berat dan adanya benjolan di perut bagian bawah saja.

Gejala yang dikeluhkan sangat tergantung pada :

– Tempat mioma berada
– Besarnya mioma
– Perubahan berat mioma
– Komplikasi yang terjadi

Nyeri bukan gejala khas tetapi dapat terjadi. Masalah dapat timbul bila terjadi perdarahan abnormal rahim (banyak dan lama serta tidak menentu) yang berlebihan sehingga menimbulkan anemia; penekanan pada kandung kemih yang menyebabkan sering berkemih dan urgensi, serta potensial untuk terjadinya infeksi kandung kemih, penekanan pada rectum menyebabkan sembelit; dan nyeri jika tumor mengalami perubahan atau jika terjadi torsi atau putaran mioma yang bertangkai.

Komplikasi yaitu mioma dapat menjadi ganas (leiomiosarkoma) hanya ditemukan 0,32-0,6% dari seluruh mioma. Pada mioma yang bertangkai dapat terjadi torsi (putaran) sehingga dapat terjadi nekrosis yang mengakibatkan sindrom abdomen akut.

Pada wanita yang tidak ada keluhan atau mendekati usia menopause, atau yang memiliki tumor yang kecil, tidak diperlukan tindakan khusus. Pemeriksaan teratur harus dilakukan untuk memantau perubahan. Selama masa reproduksi, dapat dilakukan miomektomi jika timbul gejala-gejala bermakna yang mengakibatkan infertilitas akibat mioma.

Diagnosis Mioma Uteri

Secara sederhana, dokter dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya mioma uteri dengan memperhatikan gejala-gejalanya, yaitu :

– Terdapat perdarahan menstruasi yang tidak normal
– Terdapat gangguan miksi atau buang air besar
– Terasa nyeri terutama saat menstruasi

Pada pemeriksaan dalam, dokter dapat menjumpai tumor padat pada abdomen bagian bawah dan pergerakan tumor terbatas. Pada pemeriksaan dalam, dokter dapat meraba tumor berasal dari rahim dan pergerakan tumor tidak terbatas atau bebas.

Posted in Mioma Uteri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Mioma Uteri

Mioma uteri sangat sulit untuk di diagnosa, karena tidak semua mioma uteri memberikan keluhan dan memerlukan tindakan operasi. Sebagian penderita mioma uteri tidak memberikan keluhan apapun dan ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan.

Sebagian besar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi, karena adanya rangsangan estrogen. Dengan demikian mioma uteri tidak dijumpai sebelum datang haid (menarche) dan akan mengalami pengecilan setelah menopause. Bila pada masa menopause tumor yang berasal dari mioma uteri masih tetap besar atau bertambah besar, kemungkinan degenerasi ganas menjadi sarkoma uteri. Bila dijumpai pembesaran abdomen sebelum haid, hal tersebut pasti bukan mioma uteri tetapi kista ovarium dan kemungkinan besar menjadi ganas.

Jika setiap bulan mioma uteri mendapatkan rangsangan terus-menerus dari estrogen, maka pertumbuhan mioma uteri menjadi :

1. Berlapis seperti berambang
2. Lokalisasi bervariasi :

a. Subserosa
– Di bawah lapisan peritonium
– Dapat bertangkai dan melayang dalam kavum (ruangan) abdomen

b. Intramural
– Didalam otot rahim dapat besar, padat (jaringan ikat dominan), lunak (jaringan otot rahim dominan)

c. Submukosa
– Dibawah lapisan dalam rahim
– Memperluas permukaan ruangan rahim
– Bertangkai dan dapat dikeluarkan melalui kanalis servikalis

d. Servikal mioma
– Tumbuh di daerah serviks uteri

Gejala Mioma Uteri

1. Perdarahan tidak normal

– Hipermenorea perdarahan banyak saat menstruasi, karena meluasnya permukaan endometrium dalam proses menstruasi
– Gangguan kontraksi otot rahim
– Perdarahan berkepanjangan

Akibat perdarahan penderita dapat mengeluh anemis karena kekurangan darah, pusing, cepat lelah, dan mudah terjadi infeksi.

2. Penekanan rahim yang membesar

Penekanan rahim karena pembesaran mioma uteri dapat terjadi :

– Terasa berat di abdomen bagian bawah
– Sukar miksi atau defekasi
– Terasa nyeri karena tertekannya urat saraf

3. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan

– Kehamilan dapat mengalami keguguran
– Persalinan pramaturitas
– Gangguan saat proses persalinan
– Tertutupnya saluran indung telur menimbulkan infertilitas
– Kala ketiga terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan

Posted in Mioma Uteri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Mioma Uteri

Myoma Uteri atau yang lebih populer dikalangan masyarakat awam disebut dengan myom. Dalam istilah kedokteran disebut juga adenomyosis atau fibroid atau leiomyoma. Sekitar 30% operasi pengangkatan rahim dilakukan atas indikasi adanya myom pada rahim. Myom termasuk jumor jinak dari otot rahim. Kejadian myom, sekitar 20% perempuan usia produktif mengidap myom.

Kebanyakan myom uteri tumbuh tanpa menimbulkan keluhan atau gejala. Pada perempuan lain mungkin mengeluh perdarahan menstruasi lebih banyak dari biasa, atau nyeri sewaktu menstruasi, perasaan penuh dan ada tekanan pada rongga perut, atau keluhan anemi karena kurang darah atau nyeri pada waktu berhubungan seksual, atau nyeri pada waktu bekerja. Perempuan lain yang mengidap myom mengeluh susah hamil atau mudah keguguran.

Mioma Uteri

Pada myom yang klasik, uterus membesar merata, dan sekitar 80% perempuan yang menderita myom uterus bertambah beratnya sampai 80 gram (berat normal uterus hanya sekitar 50 gram). Pernah dilaporkan sampai ada uterus yang menderita myom dengan berat lebih 200 gram.

Myom sering bersama-sama dengan kelainan uterus lain seperti endometriosis pada 11% penderita dan 7% penderita myom juga menderita polip endometrium, hingga kondisi ini mengacaukan diagnosa myom.

Myom sering kali ditemukan secara kebetulan. Berarti diagnosa ditegakkan bukan karena berdasarkan gejala klinis, bahkan sering kali berdasarkan temuan pada rahim yang sudah di angkat.

Diagnosa bisa saja ditegakkan berdasarkan keluhan klinik, dengan cara :

Histerosalpingogram, dimana foto rontgen uterus diambil setelah rahim diisi dengan zat medium. Kontras

MRI (Magnetik Resonan Imaging), dilakukan bersama dengan penyuntikan kontras Gadolinium.

Apabila diagnosa ini dilakukan oleh dokter ahli, maka keberhasilan mendiagnosa myom adalah 90% benar.

Karena myom termasuk jenis tumor yang sering dijumpai, maka perlu mengadakan pemeriksaan untuk mengevaluasi penderita yang mengalami perdarahan pervagina yang tidak wajar. Kekeliruan juga sering terjadi pada pemeriksaan penderita yang mengeluh perdarahan pervagina yang tidak wajar dimana pemeriksaan myom tidak ditemukan, hingga diberi obat hormonal tetapi tidak efektif sehingga kadang-kadang dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi) untuk mengatasi perdarahan.

Diagnosa myom dengan pemeriksaan USG atau MRI, atau lebih pasti, dengan pemeriksaan kerok selaput lendir rahim (kuretase), antara lain :

– Pada beberapa wanita, fibroid pada uterus bisa menimbulkan perdarahan berat melalui vagina

– Pada wanita lain, bisa menimbulkan keluhan rasa tidak nyaman di rongga panggul dan juga menimbulkan gejala penekanan tumor pada pembuluh darah atau saraf sekitarnya. Sebaiknya jangan langsung menghubungkan perdarahan melalui vagina dengan adanya pertumbuhan fibroid atau myom. Dengan pemeriksaan USG (ultrasonograf) dan MRI (Magnetic Resolution Imaging) serta biopsi jaringan selaput lendir rahim (endometrial) bisa mengetahui penyebab perdarahan pervagina

– Hubungan myom dengan kemandulan dan kehamilan masih belum disepakati para ahli. Ada yang mengatakan bahwa perempuan yang mengidap myom kurang subur karena ditemukan lebih dari 17% penderita myom uteri baru hamil pada usia di atas 35 tahun.

Posted in Mioma Uteri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment