Penyakit Mioma Uteri

Myoma Uteri atau yang lebih populer dikalangan masyarakat awam disebut dengan myom. Dalam istilah kedokteran disebut juga adenomyosis atau fibroid atau leiomyoma. Sekitar 30% operasi pengangkatan rahim dilakukan atas indikasi adanya myom pada rahim. Myom termasuk jumor jinak dari otot rahim. Kejadian myom, sekitar 20% perempuan usia produktif mengidap myom.

Kebanyakan myom uteri tumbuh tanpa menimbulkan keluhan atau gejala. Pada perempuan lain mungkin mengeluh perdarahan menstruasi lebih banyak dari biasa, atau nyeri sewaktu menstruasi, perasaan penuh dan ada tekanan pada rongga perut, atau keluhan anemi karena kurang darah atau nyeri pada waktu berhubungan seksual, atau nyeri pada waktu bekerja. Perempuan lain yang mengidap myom mengeluh susah hamil atau mudah keguguran.

Mioma Uteri

Pada myom yang klasik, uterus membesar merata, dan sekitar 80% perempuan yang menderita myom uterus bertambah beratnya sampai 80 gram (berat normal uterus hanya sekitar 50 gram). Pernah dilaporkan sampai ada uterus yang menderita myom dengan berat lebih 200 gram.

Myom sering bersama-sama dengan kelainan uterus lain seperti endometriosis pada 11% penderita dan 7% penderita myom juga menderita polip endometrium, hingga kondisi ini mengacaukan diagnosa myom.

Myom sering kali ditemukan secara kebetulan. Berarti diagnosa ditegakkan bukan karena berdasarkan gejala klinis, bahkan sering kali berdasarkan temuan pada rahim yang sudah di angkat.

Diagnosa bisa saja ditegakkan berdasarkan keluhan klinik, dengan cara :

- Histerosalpingogram, dimana foto rontgen uterus diambil setelah rahim diisi dengan zat medium. Kontras

- MRI (Magnetik Resonan Imaging), dilakukan bersama dengan penyuntikan kontras Gadolinium.

Apabila diagnosa ini dilakukan oleh dokter ahli, maka keberhasilan mendiagnosa myom adalah 90% benar.

Karena myom termasuk jenis tumor yang sering dijumpai, maka perlu mengadakan pemeriksaan untuk mengevaluasi penderita yang mengalami perdarahan pervagina yang tidak wajar. Kekeliruan juga sering terjadi pada pemeriksaan penderita yang mengeluh perdarahan pervagina yang tidak wajar dimana pemeriksaan myom tidak ditemukan, hingga diberi obat hormonal tetapi tidak efektif sehingga kadang-kadang dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi) untuk mengatasi perdarahan.

Diagnosa myom dengan pemeriksaan USG atau MRI, atau lebih pasti, dengan pemeriksaan kerok selaput lendir rahim (kuretase), antara lain :

- Pada beberapa wanita, fibroid pada uterus bisa menimbulkan perdarahan berat melalui vagina

- Pada wanita lain, bisa menimbulkan keluhan rasa tidak nyaman di rongga panggul dan juga menimbulkan gejala penekanan tumor pada pembuluh darah atau saraf sekitarnya. Sebaiknya jangan langsung menghubungkan perdarahan melalui vagina dengan adanya pertumbuhan fibroid atau myom. Dengan pemeriksaan USG (ultrasonograf) dan MRI (Magnetic Resolution Imaging) serta biopsi jaringan selaput lendir rahim (endometrial) bisa mengetahui penyebab perdarahan pervagina

- Hubungan myom dengan kemandulan dan kehamilan masih belum disepakati para ahli. Ada yang mengatakan bahwa perempuan yang mengidap myom kurang subur karena ditemukan lebih dari 17% penderita myom uteri baru hamil pada usia di atas 35 tahun.


=====================================

>>> Obat Herbal Alami Untuk Mengobati Penyakit Kista, Miom dan Tumor, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Mioma Uteri and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Penyakit Mioma Uteri

  1. syam says:

    Info untuk pengobatan miom uteri selain dengan pembedahan, atau apakah makanan Yang perlu dihindari untuk mengurangi bertambah besarnya miom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>